Tuesday, 8 January 2013

Cover


LAPORAN PERJALANAN KEGIATAN OUTDOOR LEARNING DI  BALI
disusun sebagai bentuk pertanggungjawaban tugas mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas VIII











oleh :
Sons Bima Nusantara (VIIIB/19)

SMP NEGERI 3 PURWOREJO
TAHUN PELAJARAN 2012/2013






















Kata Pengantar
            Beribu kata syukur saya haturkan kepada Allah SWT atas segala rahmat dan hidayah-Nya yang telah diberikan, dicurahkan, dan disemaikankan-Nya kepada saya, sehingga saya dapat menyelasaikan laporan kegiatan ini dengan lancar dan tanpa halangan di sepanjang proses penyusunannya.
            Banyak pihak yang telah turut serta membantu saya dalam penyusunan laporan ini melalui saran, opini, ataupun bantuan lain yang sangat berharga dan bermanfaat. Oleh karena itu, penyusun mengucapkan terima kasih kepada :
1.      Keluarga tercinta, yang selalu mendukung dan memotivasi saya,
2.      Bapak Wijatmoko, S.Pd., guru mata pelajaran Bahasa Indonesia anugrah dari Allah SWT sebagai guru mata pelajaran Bahasa Indonesia  yang baik dan siap memberikan keterangan dan saran,
3.      Bapak Anjum Fauzi selaku kepala SMP Negeri 3 Purworejo,
4.      teman-teman di kelas VIII B,
5.      dan pihak-pihak lain yang tidak dapat saya sebutkan satu per satu.
Saya menyadari bahwa masih ada kekurangan dlam laporan ini. Untuk itu, saya mohon maaf dan menerima dengan lapang hati komentar, saran, ataupun kritik yang konstruktif dari pembaca.
Semoga laporan ini dapat berguna bagi siswa pada umumnya dan pembaca-pembaca.


Purworejo, Januari 2013
Penyusun

Daftar Isi
HALAMAN JUDUL …………………………………………………………. i
PERSEMBAHAN ……………………………………………………………. ii
KATA PENGANTAR ……………………………………………………….  iii
DAFTAR ISI ………………………………………………………………….  iv
BAB 1 PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang ………………………………………………………….  1
B.     Tujuan …………………………………………………………………..   1
BAB 2 ISI
A.    Deskripsi Kegiatan ...……………………………………………………   2
1.      Hari Pertama ………………………………………………………...  2
2.      Hari Kedua ………………………………………………………….  3
3.      Hari Ketiga ………………………………………………………….  6
4.      Hari Keempat ……………………………………………………….   7
5.      Hari Kelima …………………………………………………………   8
B.     Analisis ………………………………………………………………….  8
BAB 3 PENUTUP
A.    Simpulan ………………………………………………………………..   9
B.     Saran ……………………………………………………………………   9
LAMPIRAN (FOTO KEGIATAN) ...………………………………………   10
BIOGRAFI PENULIS ………………………………………………………   14



BAB 1
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Kegiatan outdoor learning tahun ini memiliki tujuan yaitu ke Bali. Suatu tempat eksotis nan indah tersebut telah menarik perhatian beberapa siswa SMP Negeri 3 Purworejo sebagai tujuan outdoor learning kali ini. Saya pun turut memilih Bali sebagai tujuan outdoor learning daripada Jakarta-Bandung. Provinsi satu ini memang kaya akan budaya dan keunikan yang masih khas. Itu yang ingin saya ketahui tentang Bali. Bagi saya Bali itu “heaven of the unique culture” dan “heaven of island”.
Bagaimanakah budaya-budaya yang ada di sebuah provinsi pariwisata terkenal di Indonesia mau pun di mancanegara tersebut masih terjaga dengan baik kealamiannya? Bayangkan adat-istiadat di Jakarta saja hampir punah. Namun, di Bali tidak. Harusnya provinsi-provinsi lain mencontoh dan meminta pemerintah mengeluarkan UU tentang warisan budaya. Dengan demikian budaya-budaya Indonesia yang kaya dapat terpelihara dengan baik walaupun berada  dalam arus globalisasi yang maju ini. Jika Indonesia lebih banyak budaya-budaya yang masih terpelihara dan tentunya unik, saya yakin Indonesia akan menjadi negara pariwisata terbaik di Asia maupun Dunia. 

B.     Tujuan
1.      Meningkatkan SDM siswa.
2.      Mengetahui tentang Bali dan sejuta keunikannya.
3.      Mengetahui beberapa tempat pariwisata di Bali.
4.      Mengetahui beberapa aspek kehidupan di Bali.

BAB 2
ISI
A.    Deskripsi Kegiatan
Hari Pertama
 (Keberangkatan rombongan SMP Negeri 3 Purworejo)

Senin, 17 Desember 2012
                        Pada pagi hari rombongan SMP 3 Purworejo berkumpul di halaman sekolah guna bersiap – siap untuk melaksanakan study tour ke Bali. Rombongan SMP Negeri 3 Purworejo dengan jumlah siswa +168 anak dan +9 pembimbing. Rombongan dibagi menjadi 3 bus. Bus parkir di depan SMP kami. Pukul 06.45 WIB peserta study tour mendatangi bus untuk memasukkan barang bawaan ke bagasi bus dan bersiap karena bus akan segera berangkat. Perjalanan menuju Bali dimulai sekitar pukul 07.00 WIB. Didalam bus beberapa anak sangat menikmati perjalanan dengan bernyanyi, bercanda, dll. Setelah berada di dalam bus selama kira-kira 6 jam rombongan berhenti di rumah makan di Ngawi untuk makan dan istirahat. Pada saat ini kami melihat kejadian yang menegangkan tetapi luar biasa. Ban bus yang sedang berjalan tiba-tiba meledak. Namun karena supirnya sudah ahli, bus langsung dibelokan ke samping sebuah bangunan. Setelah itu sekitar pukul 13.00 WIB perjalanan dilanjutkan kembali dan sampai di rumah makan yang ada di daerah Pasuruan  pada pukul 18.30, disana kami beristirahat sekitar ± 1 jam. Setelah semua siswa memasuki ke dalam bus, perjalanan pun dilanjutkan. Pada tepat tengah malam kami melewati PLTU di Paiton Jawa Timur. Sungguh pemandangan yang indah dengan beribu atau berjuta-juta lampu 5 watt yang menyala bersamaan.


Hari Kedua
Selasa, 18 Desember 2012
Pada Pukul 04.00 WIB kami sampai di Pelabuhan Ketapang yang terletak di Kabupaten Banyuwangi. Karena mengantri kapal yang cukup lama akhirnya kami melaksanakan ibadah sholat subuh di masjid dekat pelabuhan. Entah mengapa pada pukul 06.00 WIB bus 1 dan 2 sudah masuk kedalam kapal, tetapi bus saya yaitu bus 3 masuk kapal yang selanjutnya pada pukul 07.00 WIB. Oleh karna itu ada sedikit keterlambatan dalam perjalanan. Disana kami juga melihat orang – orang yang berenang untuk meminta uang receh pada penumpang yang ada di kapal. Saat naik kapal saya naik ke dek paling atas supaya bisa melihat pemandangan sambil mengambil gambar. Setiba di Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jebrana. Kami pun langsung berangkat menuju rumah makan yang ada di daerah tersebut, setelah makan rombongan pun berangkat lagi melewati jalur selatan pulau Bali sambil melihat keindahan pantai selatan Bali yang memang dekat dengan jalan raya. Saat sampai di Kabupaten Tabanan naiklah seorang pemandu wisata yang bernama Pak Putu. Pukul 14.00 WITA kami pun sampai di objek wisata pertama kami yaitu Danau bedugul yang eksotis, tetapi sayang  pada waktu itu turun hujan jadi kami hanya dapat mengambil gambar  dan tidak dapat naik boat/prahu yang dapat mengantar kami ke sebuah pura. Kami makan siang di Bedugul juga, jadi yang kenyang bukan hanya mata tetapi perut kami juga kenyang. Setelah puas melihat pemandangan di Danau Bedugul kami pun segera berangkat ke tujuan berikutnya. Sekitar pukul 16.00 WITA kami sampai di Joger, di sana kami juga melaksanakan ibadah sholat dhuhur dan asar dengan cara di jamak qasar. Di Joger saya hanya membeli 2 barang, tetapi harganya mencapai + Rp 100.000,00. Sungguh mahal untuk sebuah kaos dan sepasang sandal. Pukul 18.00 kami mampir dulu di Kacang Bali untuk membeli oleh-oleh dan makan malam. Di sana saya hanya membeli kura-kura dari batok kelapa yang di batik dengan tinta timbul. Pukul 19.00 WITA kami sampai di Jambe Budaya yaitu tempat pertujukan Sendratari Barong dan Keris. Kami sangat terhibur karena sendratari tersebut cukup lucu untuk membuat kami tertawa. Bukan hanya anak SMP Negeri 3 Purworejo yang menonton sendratari tersebut, tetapi kami juga ditemani kakak-kakak dari SMA Negeri 3 Purwokerto. Inilah skenario sendratari Barong dan Keris:
GENDING PEMBUKA
Barong berada didalam hutan kemudian muncul kera mendekati barong,tak begitu lama datang tiga orang bertopeng yang menggambarkan sedang membuat keributan dan merusak ketenangan hutan. Mereka bertemu dengan kera kemudian berkelahi. Saat berkelahi kera berhasil memotong hidung salah seorang dari mereka.
BABAK PERTAMA
Dua orang penari muncul dengan tariannya. Mereka adalah pengikut-pengikut dari Rangda yang sedang mencari pengikut-pengikut Dewi Kunti. Pengikut-pengikut Dewi Kunti tersebut sedang dalam perjalanan untuk menemui Patihnya.
BABAK KEDUA
Pengikut-pengikut Dewi Kunti tiba dihadapan Patih. Salah satu pengikut Rangda berubah menjadi setan (Semacam Rangda) dan memasukkan roh jahat kepada pengikut Dewi Kunti yang menyebabkan mereka bisa menjadi marah. Keduanya menemui Patih dan bersama-sama menghadap Dewi Kunti.
BABAK KETIGA
Sahadewa adalah anak dari Dewi Kunti. Dewi Kunti berjanji akan menyerahkan Sahadewa kepada Rangda sebagai korban. Sebenarnya Dewi Kunti tidak sampai hati mengorbankan anaknya Sahadewa kepada Rangda. Tetapi setan memasukkan roh jahat kepadanya yang menyebabkan Dewi Kunti menjadi marah dan berniat mengorbankan anaknya serta memerintahkan kepada Patihnya untuk membuang Sahadewa ke dalam hutan. Dan Patih tersebut tak luput dari kemasukkan roh jahat oleh setan mengikuti perintah Dewi Kunti membuang Sahadewa ke hutan dan mengikatnya di muka Istana Sang Rangda.
BABAK KEEMPAT
Dewa Siwa datang,ia memberikan keabadian kepada Sahadewa tanpa sepengetahuan Rangda. Tak lama kemudian Rangda datang untuk membunuh Sahadewa tapi betapa terkejutnya Rangda yang tak berhasil membunuh Sahadewa yang telah diberi kekebalan yang dianugrahi oleh Dewa Siwa. Karena putus asa,Rangda menyerah kepada Sahadewa. Dia memohon untuk diselamatkan agar dapat masuk surga. Permintaan tersebut dipenuhi oleh Sahadewa. Akhirnya Rangda masuk surga.
BABAK KELIMA
Kalika adalah seorang pengikut Rangda menghadap Sahadewa. Terjadi perkelahian antara Kalika dan Rangda. Kalika berubah menjadi “Babi Hutan”. Didalam pertarungan antara tersebut Sahadewa mendapat kemenangan. Kalika(Babi hutan) tidak putus asa. Dia berubah menjadi “Burung” tetapi tetap bisa dikalahkan oleh Sahadewa. Dan akhirnya Kalika(Burung) berubah rupa menjadi Rangda. Kerena Rangda sangat sakti maka Sahadewa berubah menjadi Barong. Karena sama-sama sakti pertarungan antara Barong melawan Rangda tersebut tidak ada yang menang. Dengan demikian pertarungan ini berlangsung terus abadi antara “Kebajikan” melawan “Kebatilan”. Pengikut-pengikut Sahadewa(Barong) dengan membawa keris ikut melawan Rangda. Mereka semua tidak berhasil melumpuhkan kesaktian Sang Rangda. Karena kagum pada kesaktian Rangda maka pengikut-pengikut Barong menujuk dada mereka dengan keris yang mereka bawa. Pertunjukan diakhiri dengan penujukan keris ke dada tersebut. Hal itu dilakukan untuk menunjukkan bahwa pengikut Barong juga kuat seperti halnya Rangda.

Pukul 21.30 WITA selesailah tarian tersebut dan kami pun melanjutkan perjalanan menuju hotel Puspa Indah. Disana kami dibagi kunci-kunci kamar dengan muatan 4 orang/kamar. Kebetulan saya masuk kelompok terakhir yang beranggotakan 3 orang anak. Jadi kamar kami tak begitu sempit karena kebanyakan anak. 

Hari Ketiga

Rabu, 19 Desember 2012
Paginya kami mandi dan bersiap untuk sarapan pagi. Pukul 07.00 WITA kami bersiap untuk melanjutkan perjalanan. Walaupun dalam keadaan capek, para peserta pun masih tetap semangat melanjutkan study tour ini. Setelah beberapa saat dalam perjalanan kami pun sampai di tempat pemberhentian suttle(angkot trans Kuta). Selama 30 menit kami dalam perjalanan yang melewati pertokoan di kawasan Legian. Sesampainya di Pantai Kuta kami hanya sekedar bermain dengan pasir, bermain air, dan hanya foto-foto saja. Setelah puas di Kuta, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Pantai Tanjung Benoa untuk sekedar naik boat dan menikmati angin siang hari yang cukup panas dan sebagian peserta dan tentunya saya ada yang mengunjungi pulau penyu. Untuk sampai di Pulau Penyu kami harus membayar ongkos perahu sebesar Rp 40.000,- per orang. Perjalanan menuju Pulau Penyu sungguh menakjubkan pemandangan tanaman bakau yang tumbuh di pantai membuat sejuk pemandangan yang kami lihat. Sesampainya kami harus membayar tiket masuk sebesar Rp 5.000,- per orang, di Pulau Penyu saya hanya berfoto dengan penyu yang cukup besar, penyu yang besar, dan ular. Namun, sayang saya tidak berfoto dengan elang laut. Saat kembali ke Pantai Tanjung Benoa saya melihat pulau yang sangat kecil, mungkin hanya sebesar tubuh ikan lumba-lumba. Sesampainya di Pantai Tanjung Benoa kami langsung mengambil makan siang dan segera melajutkan perjalanan menuju Pantai Dreamland. Sebelum ke Pantai Dreamland kami singgah dulu di NusaDua untuk melakukan ibadah sholat dhuhur dan asar dengan cara di jamak qasar. Di sini Masjid, Gereja Kristen Protestan, Gereja Kristen Katolik, Pura, dan Vihara sengaja dibangun berdampingan yang menunjukan kerukunan antar umat pemeluk beragama. Sampai di Pantai Dreamland saya berfoto di bawah tebing-tebing karang tinggi yang indah dengan ombak yang agak besar yang menambah indah pemandangan pantai tersebut. Namun, pantai tersebut terdapat beberapa sampah yang membuat pemandangannya agak aneh. Saya agak bosan karena 3 kali berturut-turut dalam satu hari mengunjungi pantai. Perjalanan dilanjutkan ke lokasi Garuda Wisnu Kencana. Pas sekali kami sampai di Garuda Wisnu Kencana pada waktu sore hari, rombongan menuju ke kompleks Patung Garuda Wisnu Kencana (GWK), kami anak kelas VIII B mengunjungi patung garuda wisnu kencana dan patung wisnu, kami berfoto bersama-sama. Disebutkan bahwa kelak GWK akan menjadi patung terbesar di Dunia. Sekitar pukul 19.00 WITA rombongan menuju toko oleh-oleh untuk makan malam dan membeli oleh-oleh, di sana saya membeli oleh-oleh untuk keluarga di rumah. Pukul 20.00 WITA, kami kembali ke Hotel untuk beristirahat.

Hari Keempat

Kamis, 20 Desember 2012  
Rombongan sudah selesai sarapan dan bersiap untuk menuju Sangeh tempat persinggahan para monyet. Kami berfoto – foto dengan monyet yang ada disana. Kami melewati hutan pala dan melihat Pohon Lanang Wadon. Setelah puas berfoto dengan saudara(monyet) hehe. Sayang sekali kami di sana tidak mengunjungi Sister School SMP Negeri 3 Purworejo di Bali. Sebelum menyebrang ke Pulau Jawa kami mampir di Rumah makan untuk makan siang dan sholat dengan cara jamak qasar. Pukul 14.30 WITA rombongan perjalanan ke Gilimanuk untuk menyeberang ke pulau jawa. Sekali lagi saya naik Kapal di dek paling atas sambil berfoto-foto. Sesampainya di Ketapang kami melanjutkan perjalanan ke rumah makan di daerah JaTim untuk makan malam. Kami melewati jalan yang melewati Taman Nasional Baluran. Saya melihat Banteng Jawa di sana. Malamnya kami melihat PLTU Paiton lagi. Dan dalam malam yang sunyi senyap kami tertidur dengan nyenyak.

Hari Kelima

Jum’at, 21 Desember 2012  
Akhirnya pada hari kelima ini sampailah kita di daerah sekitar Nganjuk pada waktu subuh. Pada pagi hari, sang supir memberhentikan bus di  sebuah masjid untuk sholat. Setelah itu, kami barsama pak supir melanjutkan perjalanan untuk pulang ke kota tercinta, yaitu Purworejo. Saat perjalanan ke tiga bus berpencar melewati  jalan yang berbeda akan tetapi tetap untuk tujuan yang sama untuk pulang ke kota asal, yaitu Purworejo. Pada akhirnya sekitar pukul 10.00 WIB kami serombongan telah sampai di Kabupaten Purworejo dan para orang tua sudah menjemput kami  untuk kembali ke rumah masing-masing. 

B.     Analisis Kegiatan
Kegiatan ini untuk pembelajaran di luar KBM yang menyenangkan, karena belajar di luar kelas sambil berekreasi. Jadi, siswa dapat lebih mudah mendapatkan pengetahuan melalui media study tour.

BAB 3
PENUTUP
A.    Simpulan
1.      Karya wisata merupakan salah satu program sekolah.
2.      Kunjungan karya wisata ke Bali dapat dijadikan sebagai media  pembelajaran di luar KBM.
3.      Karya wisata merupakan program yang positif yang harus tetap dilaksanakan.

B.     Saran
Program karya wisata merupakan program yang positif yang harus tetap dilestarikan, oleh karena itu kami mengharap tahun berikutnya program tersebut dapat terlaksana dengan lebih baik. Dan objek-objek yang di kunjungi juga lebih banyak dan lebih menarik.

LAMPIRAN
A.    Foto Kegiatan

(berisi foto-foto)
 BIOGRAFI PENULIS
(berisi biografi penulis)

No comments:

Post a Comment